Minggu malam, 8.00 di Filosofi Kopi.
Kami berdua sudah berusaha keras. Berusaha sekeras mungkin untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. Berusaha keras untuk membuat semua berjalan sesuai dengan rencana. Dan kami, berusaha sekeras mungkin untuk dapat bertahan pada rencana yang sudah kami rencakan bersama.
Seringkali kami mencoba untuk dapat menenangkan pikiran, berpikir lebih positif dan berpikir bahwa segala sesuatunya sedang dipersiapkan-Nya. Segala sesuatunya akan berjalan dengan baik walaupun harus melewati beberapa satu - dua masalah. Tapi apalah artinya hidup tanpa merasakan masalah.
Minggu malam, 8.01 di Filosofi Kopi.
Kami terjebak dalam satu situasi dimana kami dipaksa untuk menyerah akan satu sama lain. Kami berdua terjebak dalam satu situasi dimana salah satu pihak sudah lelah dan menyerah dan satu pihak baru saja menyadari bahwa sudah saatnya bekerja keras untuk dapat berdamai dengan keadaan yang ada. Dimana, tindakan yang diambil pun sudah terlambat untuk dapat memperbaiki semuanya.
Kami berdua terjebak pada satu situasi dimana, pasangan lain sedang menikmati kebebasannya, tertawa lepas, sementara kami berdua tertunduk lemas.
Kami berdua sudah berada di titik dimana, kami berdua terlalu lelah untuk mendiskusikan segala sesuatunya, sampai pada akhirnya kami lebih memilih untuk berdiskusi dengan mesin yang disebut 'telepon genggam'.
Minggu malam, 8.05 di Filosofi Kopi.
Mereka bilang, cinta butuh pengorbanan. Mereka bilang, cinta butuh waktu. Mereka bilang, cinta itu butuh ruangan untuk dapat berkembang. Mereka bilang....... Bahwa situasi seperti ini akan dialami oleh siapa pun juga.
Kami berkorban, kami memberikan waktu dan ruang untuk cinta dapat berkembang. Kami berikan 'pupuk' agar cinta tetap tumbuh dengan baik tanpa kekurangan suatu apapun. Dan kami, kami berusaha keras untuk dapat mengerti satu sama lain, agar cinta tidak merasa 'terbatasi'.
Minggu malam, 8.10 di Filosofi Kopi.
Pikiran kami terpecah. Hati kami merintih dan mengeluh. Mulut kami terkatup. Menelan ludah dan berusaha untuk dapat memahami jalan pikiran kami masing-masing dan jalan pikiran satu sama lain. Niat untuk memulai percakapan entah mengapa, hilang. Diam adalah satu-satunya cara kami menikmati keberadaan satu sama lain. Diam adalah satu-satunya cara kami memahami keadaan satu sama lain.
Minggu malam, 8.16 di Filosofi Kopi.
We decided, we had enough.
No comments:
Post a Comment