Sunday, January 10, 2016

Catatan Tahun Baru

January 2016. Resolusi Tahun Baru.

Seringkali dimulai dari beberapa kata, yaitu "Resolusi tahun ini harus......." atau "Tahun baru semangat baru, resolusinya....", dsb.

Apa resolusi kalian tahun ini? Diet? Lebih rajin menyisihkan gaji? Mencari pekerjaan baru? Atau melangkah ke jenjang baru dalma suatu hubungan?

Yuk, luangkan waktu sedikit untuk cari tahu, apa sebenarnya arti kata resolusi itu.

Bersumber dari kbbi.web.id, resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah atau sidang): pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang sesuatu hal.

Sementara arti kata resolusi yang bersumber dari sumber lain adalah, kepercayaan diri dan tekad dalam mencapat tujuan, harapan, cita-cita atau bisa juga rencana yang akan dicapai dalam kurun wkatu tertentu. Perubahan cepat yang dapat merubah sendi-sendi pokok kehidupan.

Sederhananya, resolusi adalah hasil keputusan dari rapat/musyawarah yang diadakan dengan diri sendiri (baca: ego), untuk menghasilkan keputusan bulat mengenai rencana yang akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu atau dalam waktu satu tahun ke depan.

Inilah yang selalu menimbulkan beberapa pertanyaan dalam diri saya sendiri.

1. Ego. Sudahkah saya berdamai dengan ego saya sendiri? Sehingga saya bisa bertatapan muka, jabat tangan, lalu duduk sembari minum bir atau teh hangat diskusikan tentang apa yang harus dilakukan, apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus ditinggalkan.

2. Tingkat kesuksesan. Dari resolusi tahun sebelumnya yang sudah digadang-gadangkan, seberapa banyak yang sukses? Apakah resolusi yang belum bisa dilakukan akan kembali diulang dari awal sampai mencapai tingkat kesuksesan yang sudah direncanakan atau ditinggalkan dan mulai dari sesuatu yang baru?

Dari dua pertanyaan inilah yang kadang membuat saya pribadi ragu untuk membuat resolusi lalu dibagikan ke teman-teman lain via social media. Karena saya takut, saya takut saya belum bisa berubah banyak. Saya belum bisa berdamai dengan ego, dengan keadaan, dengan orang lain, dsb dsb dsb. Terlalu banyak batasan-batasan yang membuat saya terlalu takut berujung pada kepanikan yang tidak beralasan sama sekali.

Saya masih perlu berdamai dengan setiap aspek pokok dalam hidup saya sebelum saya membuat resolusi untuk tahun yang baru. Saya harus dapat meningkatkan ini, harus meninggalkan kebiasaan ini, harus mulai mencoba hal baru yang lebih menarik dari sebelumnya, menjadi pribadi yang lebih baik. Mungkin untuk sebagian orang resolusi adalah hal yang simple. Sederhana. Review, rangkum, susun daftar baru, selesai. Untuk saya pribadi, tidak segampang itu. Banyak poin-poin yang harus saya perbaiki sebelum saya menyusun resolusi untuk diri saya sendiri.

Mungkin, resolusi tahun baru saya hanya satu (memangnya butuh berapa banyak? *senyum lebar*). Saya harus bisa berdamai dengan ego saya sendiri. Tidak membiarkan negativitas ego saya sendiri diam lalu mempengaruhi aspek pokok dalam kehidupan saya. Lalu setelah tahun ini lewat, mungkin saya bisa duduk sembari minum teh hangat atau mungkin bir dingin dengan ego saya lalu mebicarakan review saya di akhir tahun. Apakah bisa dilanjutkan dengan penyusunan daftar resolusi yang baru atau meningkatkan kembali resolusi di tahun sebelumnya.

Untuk kalian sendiri, apa resolusi kalian tahun ini? Bagaimana resolusi tahun lalu? :)

XOXO
LollipopSailor

No comments:

Post a Comment