Tuesday, June 16, 2015

Janjian Sama Mantan

Setelah melalui proses putus yang cenderung memalukan dan sangat menyakitkan hati, hubungan gue dan mantan jadi gak asik sama sekali. Mau silahturahmi (how to type it?) ko kayanya awkward banget karena kalo di inget inget, gue malah makin males ngeliat mukanya. Antara pengen melakukan kekerasan tapi ko ya gak worth with the consequences. So yah....

Tapi, based from what happened to you and me and other guys or girls out there, after all the hatred, anger and everything, kalian akan sampe di satu titik dimana kalian akan berpikir yang kira-kira seperti ini, "Okay, both of us are adult and we can deal with this.". Dan, dari titik ini, kita dibawa pada satu situasi dimana kita udah punya nekat untuk hubungin si mantan. But, in the middle of nowhere, muncul notifikasi dimana, he/she sent you game invitation.

Oh great, here he/she come, the greatest f****d up plan!! Jalan udah kebuka, gak mikirin malu, harga diri dan sebagainya, percakapan pun mulai dengan lancarnya.

Starting with how are you, how's his/her partner, how's this, how's that, bla bla bla.. Lalu, tercetus di dalem pikiran terdalam, terkotor, terkutuk lo semua untuk mengajukan kalimat yang diawali dengan kata "Kapan-kapan.........." (silahkan isi dengan kegilaan kalian)! "Kapan-kapan main dong", "kapan-kapan ngobrol dong", "kapan-kapan.. ngopi bareng dong". Or, maybe you guys jumped straight to the point where your filthy mind planning to.... "Ketemuan yuk malem ini? Sibuk gak?"

BAMMM!!!

And from here, all possibilities pretty mess up the logical side of your brain. Before that happen, please, I'm begging you to consider this following important points.
  • Kalian orang naik apa? I HEAR YOU LAUGHING BACK THERE, BIAATTCHH!! Mungkin kalian pikir ini masalah sepele. Contohnya gue. Gue punya tunggangan yang kasih gue banyak memori tentang perjalanan cinta yang kandas das dassss, di tengah petakan sawah kering sekering hati gue (tsah elah). Kalo keluar kata-kata "Oke, sampe ketemu jam 7 ya? Gue jemput naik si merah ya?" Which is langsung membawa lo ke memori bahwa yang dimaksud dengan si Merah itu adalah mobil J**z warna merah (so obvious..) dengan nomor plat B 000 L, yang berlanjut dengan memori, which is too many to remember and too precious to forget. If I have to deal with this kind of situation, I choose................................ untuk ketemuan langsung di lokasi aja.
  • Talking about your meeting point, again, if I have to deal with this kind of situation, gue sih akan lebih memilih untuk ketemuan di tempat yang neutral, yang gak terlalu jauh dari tempat tinggal gue, biar if something s**t happen, jarak dari lokasi ketemuan dan rumah gak jauh2 amat. Dan, apa alasan gue? Karena, tempat netral itu tidak membangkitkan memori apa-apa. Lha wong belom pernah pergi kesana ko. Kenapa harus inget kejadian yang gak pernah kejadian? Lebih aman, ngobrol lebih leluasan, topik lebih general. Tapi, kalo memang yang terdekat adalah tempat yang berisikan memori itu, make that as a smart ass jokes. It will help you both to break the ice between you both, after not seeing each other for a long time.
  • Daaann, bicara soal topik pembicaraan, coba coba, gue pengen tau apa yang ada di pikiran kalian. Topiknya apaan sih?? Pleaseeeee, pleaseee help me by not saying we will talk about old good and gold memories of yours. YUCK!! Cara yang paling simple untuk menghindari topik ini adalah, AJAK TEMEN YANG NEVER GIVE A S**T ABOUT YOU BOTH. Maksud gue gini loh, temen yang gini nih, asik banget. Karena mereka liat kalian bukan sebagai mantan tapi temen yang udah lama banget gak ketemu!! Fair enough, right? You guys are old friends, who already agreed to forget what happened to this messy life and to this old relationship. Shake hand and move on, CHEERS!!
Dan, dari beberapa poin diatas, kabarnya si perasaan gimana? What? Good? Wow, you are a bad liar. Nice try, next time try harder, dude. Masa iyah, setelah sekian lama gak ada perasaan anget yang nyelip masuk di antara gerakan badan (gak sengaja nyentuh lengan ato sengaja megang pundak, etc etc)? BOHONG BANGET!! Disini sih gue ngomong secara manusiawi yah. Kalo pun memang ada yang berasa lain di dalem hati, ya kenapa harus malu buat ngaku? Asalkan jangan ke pacar masing-masing, mah itu bisa diatur, brok. But seriously, itu wajar kali! Lo ketemu sama seseorang yang pernah jadi seseorang yang bener-bener spesial di dalam hidup lo selama beberapa taun, shared love, shared feelings, shared anything everything, masa iya gak wajar? So why not, ya gak sih? Kekeke..

And then, after this short meeting, baiknya sih jangan panjang-panjang waktunya. Secukupnya aja brok. Yang penting kan udah ketemu, udah tau kabar masing-masing, udah tau updatenya masing-masing, nanti rencana masing-masing ke depannya apa. So that's it sih kalo menurut gue ya. If.. If.. If yaaa, ini IF loh, next plannya ada elo sebagai apa pun itu, ya bersyukur aja. Sekalipun bagian lo adalah PENERIMA TAMU ato PAGER AYU/BAGUS di acara PERNIKAHANNYA MANTAN lo, yaaaaaaaaaa nikmatin aja.

Love you all!
LollipopSailor

No comments:

Post a Comment